Agen: Belum ada tawaran yang datang kepada Laxalt

Banyak media yang menyebutkan kedekatan antara Diego Laxalt dan Lazio. Bahkan disebutkan diantaranya sudah menyatakan kata sepakat antara pemain dan klub ibukota tersebut. Namun sangkalan kini datang dari pihak pemain tentang berita yang berkembang belakangan ini. Paling tidak itu yang dinyatakan oleh Ariel Krasouski selaku agen Laxalt yang dihubungi langsung oleh Lalaziosiamonoi.

“Tidak ada tawaran dari Lazio yang datang ke meja saya. Mungkin saja mereka akan langsung bernegosiasi dengan Genoa. Yang jelas, tidak ada dari manajemen klub yang berkomunikasi dengan saya mengenai hal ini. Laxalt hanya memikirkan Piala Dunia Rusia saat ini. Tapi kami juga sudah memberi tahu kepada klub bahwa Laxalt ingin pergi musim panas ini. Dia

menargetkan untuk bisa bermain di level yang lebih tinggi baik secara prestasi maupun ekonomi.”

“Yang bisa saya katakan saat ini adalah kami belum menerima informasi apapun dari Genoa. Saya juga tidak tahu mengenai negosiasi dengan Lazio. Yang saya tahu banyak media yang memberitakan tentang ini. Tentu saja jika ada tawaran dari Lazio kami akan menyambutnya dengan baik. Mereka klub yang penting di mana kesempatan Laxalt untuk bermain cukup besar.”

Advertisements

Ballotta: Strakosha? Wajar Jika Kiper Membuat Kesalahan”

Salah satu mantan pemain yang ikut memeriahkan acara tahunan Di padre in Figlio, Marco Ballotta, berkomentar melalui Radiosei mengenai kondisi mantan klub yang pernah dibelanya beberapa tahun yang lalu. Di sana dia juga terlihat senang dan bangga bisa ikut memeriahkan acara yang dihelat Lazio di akhir musim yang mempertemukan para pemain Lazio di berbagai era.

“Acara-acara seperti ini sangat penting. Kami bisa bertemu dengan rekan-rekan lama, berbincang mengenai masa lalu, dan bersama dengan para suporter. Ikatan dengan suporter Lazio sangat kuat, itu tandanya apa yang kami lakukan diterima baik oleh mereka.”

MUSIM 2017/2018 – “Musim ini berakhir dengan sedikit mengecewakan. Lazio seharusnya pantas mendapatkan yang lebih baik. Sepanjang musim Lazio tampil lebih baik dari Inter. Inter banyak mengalami masa-masa suram musim ini.”

MILINKOVIC DAN BURSA TRANSFER – “Uang yang didapat dari penjualan beberapa pemain akan sangat bagus untuk diinvestasikan di beberapa sektor lapangan. Akan menjadi hal yang bagus jika menginvestasikannya pada beberapa pemain muda. Kita juga harus melihat dulu siapa yang akan pergi di bursa transfer ini, sehingga bisa diintegrasikan dengan rencana pembelian pemain.”

STRAKOSHA – Dia masih bisa terus berkembang jika dilihat dari usianya saat ini. Masa depan ada di tangannya sendiri. Beberapa kesalahan bisa terjadi. Dia masih muda, jadi dia harus berkembang lagi. Faktor keberuntungan juga kadang perlu sebagai seorang penjaga gawang.”

ACERBI –Dia memiliki profil yang menarik karena dia pemain yang berpengalaman. Pemain seperti dia akan penting untuk perkembangan pemain muda di tim. Untuk dapat memiliki target maksimal di musim depan, klub juga harus memiliki budget yang mumpuni.”

WAKIL IMMOBILE – Memiliki pelapis Immobile penting untuk memuluskan kinerja Inzaghi. Zaza mungkin cocok karena dia memiliki karakter yang hampir mirip dengan Immobile. Klub membutuhkan striker yang bisa membantu tim menentukan jalannya pertandingan.”

Strakosha: “Saya Menolak Roma Demi Lazio”

Musim lalu mungkin menjadi musim paling sibuk bagi pemain muda ini bersama Lazio. Tercatat dia telah bermain sebanyak 58 pertandingan di semua kompetisi yang dijalani Lazio. Kurang memikatnya penampilan Vargic yang melapis dirinya, membuat Inzaghi berkeputusan untuk terus memainkannya baik di Serie-A, Coppa maupun Liga Eropa. Dia adalah Thomas Strakosha. Pemain kebangsaan Albania tersebut berbicara mengenai petualangannya bersama Lazio, pengaruh Tare pada karirnya, penolakan dirinya pada tawaran Ass Roma, dan beberapa topik lainnya.

“Menggagalkan penalti Dybala ketika di Turin adalah pengalaman yang paling indah musim ini. Hal itu menentukan kemenangan kami setelah 96 menit pertandingan. Saya selalu memberikan penampilan yang terbaik. Meskipun beberapa kali saya membuat kesalahan, tapi saya terus belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik di masa depan.”

“Saya bisa saja bermain untuk Roma, tapi puji Tuhan saya memilih Lazio. Keputusan saya dipengaruhi oleh DS Igli Tare, yang dengan kepribadiannya mampu menyentuh saya sampai ke aspek psikologis. Dia selalu memiliki solusi dari masalah yang saya hadapi. Satu momen yang tidak mudah karena saya harus berkompetisi dengan Marchetti. Namun hal itu juga memberi pengaruh positif bagi perkembangan saya. Ibu saya sangat bangga kepada saya, terlebih ayah saya, begitu juga dengan Tare. Saya menyukai sepakbola Italia karena taktiknya, kecepatannya, dan juga dengan gaya hidupnya. Cuaca di sini sangat bagus, tidak sedingin di Inggris.”

KELUARGA – “Apakah saya menjadi penjaga gawang karena ayah saya? Saya selalu menyukai posisi ini, jadi saya memutuskan untuk menjadi penjaga gawang. Jika bukan karena ayah saya, mungkin saya akan menjadi seorang striker. Tapi apapun posisinya, saya tetap akan bermain bola karena ini adalah hidup saya. Keluarga selalu mendukung saya dan mengajarkan saya untuk terus fokus agar mampu meraih target-target yang saya inginkan. Saya juga membaca komentar-komentar di akun media sosial tentang keputusan saya menjadi kiper hanya karena ayah saya seorang penjaga gawang. Hal-hal tersebut tidak menggangu saya karena saya tahu keputusan yang saya ambil.”

ALBANIA DAN BERISHA – “Yang berbeda dari Berisha dan saya hanya usia. Kami berdua bersahabat dan di timnas kami tidak pernah berpikir siapa yang akan bermain. Kami memiliki beberapa kesempatan bermain di kualifikasi. Yang lebih penting kami saling mengenal dengan baik. Pertemanan kami akan membantu pemain-pemain Albania menyadari kekuatan mereka, karena banyak juga para pemain baru yang baru bergabung. Kami memiliki tim yang kuat. De Biasi telah mengukir sejarah bersama Albania. Bukan kebetulan kami bermain di Euro pertama kami bersama dirinya. Pelatih yakin dengan debut saya bersama tim. Ketika bersama Panucci situasi tidak begitu bagus. Banyak pemain baru yang bergabung dan kami memulai semua dari dasar. Menurut saya Panucci tidak banyak memberikan pengaruh. Tapi bersama dirinya, para pemain banyak belajar untuk disiplin. Kini bersama De Biasi kami merasa lebih mudah untuk berlatih.”

Belleri: “Saya Tidak Terkejut Dengan Pencapaian Inzaghi Saat Ini”

Memulai hidup baru sebagai pelatih yang membimbing bakat-bakat baru di Tokyo Jepang, Manuel Belleri ternyata masih banyak memperhatikan perkembangan Sepakbola Italia. Mantan pemain Lazio medio 2005 sampai 2009 tersebut berbicara kepada sebuah stasiun radio Italia, Incontro Olympia. Dia menyoroti sepak terjang Simone Inzaghi Bersama Lazio musim ini.

Dia memulai sesi di radio tersebut dengan sedikit menceritakan pengalaman barunya di Tokyo untuk melatih anak-anak di sebuah akademi sepakbola.

“Saya sudah berada di Tokyo selama tiga tahun. Kota yang menakjubkan, aman  dan sangat bersih. Ini adalah tempat yang sangat spesial, tingkat kriminal di kota ini sangat rendah dan kualitas hidup di sini juga sangat bagus. Setiap hari saya melatih anak-anak dan para pemain muda. Saya juga seorang direktur teknis. Di sini saya mendapatkan intensif untuk terus melanjutkan hidup saya selepas menjadi pemain sepakbola. Untuk makanan saya selalu mencoba untuk menemukan restoran Italia, meskipun masakan Jepang juga sebenarnya enak. Saya merindukan Italia, tapi saya harus mengambil nilai positif dari pengalaman saya, dan di sini saya baik-baik saja. Untuk Liga Italia? Saya selalu mengikuti apa yang terjadi dan menonton pertandingan, meskipun perbedaan zona waktu yang lumayan banyak.”

Belleri kemudian berkomentar mengenai mantan rekannya dulu yang juga sama-sama pernah bermain untuk Lazio, Simone Inzaghi. Belleri sudah mengira bahwa pria Piacenza tersebut akan menjadi seorang pelatih.

“Saya sudah mengira sejak dulu dia akan menjadi seorang pelatih. Di periode akhirnya sebagai pemain ketika dia banyak mengalami banyak masalah kebugaran, dapat dilihat jelas dia memiliki skill yang mumpuni untuk mengetahui kualitas para pemain dan bagaimana cara untuk menyiapkan para pemain tersebut. Dia nampak lebih menjadi seorang pelatih dari pada seorang pemain waktu itu, jadi saya tidak begitu terkejut dengan apa yang dia lakukan saat ini.”

“Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa Lazio akan menjalani musim yang bagus musim ini di musim panas lalu. Namun kualitas, semangat dari pelatih, dan rasa keterikatannya dengan warna klub tersebut sangat penting. Para pemain mengikuti dan mengerti apa yang diinginkan Inzaghi. Dia seorang yang sangat mementingkan persiapan dan profesional. Pilihan yang dia ambil juga dihormati oleh tim. Klub mendukung penuh Inzaghi sebagai pelatih. Ada beberapa kekurangan, tapi itu sedikit sekali dan mereka menjalani musim ini dengan sangat bagus.”

Belleri ketika bermain untuk Lazio

“Ada beberapa pemain kuci di Lazio. De Vrij dan Milinkovic-Savic adalah dua pemain yang sangat fundamental bagi Lazio. Meskipun kontrak sang defender tidak akan diperpanjang, tapi dia dikenal sebagai pemimpin di lini belakang. Ketika de Vrij tidak bermain, maka akan timbul masalah. Jika tidak ada Immobile di sana, maka dua nama tadi adalah pemain kunci Lazio saat ini.”

“Untuk pemain yang bisa menggantikan peran De Vrij, saya kira pemain yang berpengalaman akan lebih diperlukan dari pada pemain muda. Saya kira klub akan lebih fokus kepada pemain yang lebih berpengalaman.”

 

Inzaghi: “Caicedo Akan Bermain Dari Awal”

Lazio masih memiliki tiga pertandingan untuk mewujudkan target berada di posisi 3 besar di klasemen akhir. Pekan ini giliran Atalanta yang harus dikalahkan demi menjaga asa target tersebut. Terpaut jarak empat poin dengan Inter tidak boleh membuat pasukan ibu kota lengah.

Lazio bukannya tidak mempunyai masalah. Mereka harus kehilangan beberapa pemain pentingnya. Radu, Parolo dan Immobile terpaksa menepi karena cidera. Posisi Radu masih bisa digantikan oleh Luiz Felipe ataupun Caceres. Sedangkan Murgia sudah mulai bisa menjawab kepercayaan Inzaghi di lini tengah untuk menggantikan Parolo. Kerugian besar harus ditanggung Lazio karena kehilangan Immobile. Sampai saat ini pemain timnas Italia tersebut adalah top skorer baik di tim maupun di Serie-A. Caicedo yang diplot sebagai pelapis Immobile mau tak mau harus membuktikan kapasitasnya pada laga melawan Atalanta nanti.

“Pertandingan melawan Atalanta sangat penting. Kami harus melanjutkan performa bagus kami di laga itu karena lawan kami adalah tim dilatih dengan bagus dan sangat terorganisir,” terang Simone Inzaghi pada jumpa pers.

Di tempat lain pelatih Inter Milan, Luciano Spalleti, sesumbar mereka akan memenangkan tiga pertandingan sisa. Menanggapi hal itu, Inzaghi memandang timnya juga memiliki target yang sama.

“Kami tentu saja juga ingin memenangkan semua pertandingan sisa. Kami yakin itu, oleh karena itu kami tidak mau membuang energi dengan memikirkan hasil pertandingan tim lain. Kami hanya fokus pada tim kami sendiri. Kami harus memiliki semangat dan rasa lapar di semua pertandingan.”

“Kami akan kehilangan Immobile, Parolo, dan Radu. Mereka adalah pemain penting dan telah banyak membantu kami. Tapi kami sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Bahkan di sepanjang musim kami beberapa kali kehilangan pemain penting. Grup kami kuat, itulah kekuatan kami. Kami berada di sini setelah melewati berbagai rintangan yang telah kami hadapi.”

Inzaghi juga mengomentari permainan yang ditunjukkan oleh Alessandro Murgia yang menggantikan peran Parolo di tengah. Pemain yang diorbitkan Inzaghi musim lalu dari Primavera tersebut kini memiliki jam terbang lebih banyak musim ini.

“Dia anak yang masih terus berkembang, dia pemain bagus. Jika kita lihat dari menit bermain, musim ini dia memiliki banyak ruang. Kami memiliki pemain hebat seperti Leiva, Parolo dan Milinkovic begitu juga dengan Lulic yang bagus bermain di lini tengah. Saya juga senang dengan keberadaan Alessandro. Di Turin dia bermain baik, bahkan di Eropa dia selalu siap ketika dibutuhkan. Besok dia akan siap bertanding.”

“Jalur ke Liga Champions harus dilalui dengan mengalahkan Atalanta. Kami harus berhati-hati dalam menyerang maupun bertahan. Mereka tim yang sulit dikalahkan dan kami sudah siap.”

“Atalanta memiliki pemain-pemain bagus. Ilicic juga telah kembali bermain. Mereka bisa menarik sedikit Cristante ke tengah. Mereka juga bisa saja memainkan Barrow di depan. Atalanta adalah tim yang mampu merepotkan lawannya. Kami melihatnya seperti itu selama dua tahun ini.”

Mengenai Caicedo yang akan menggantikan Immobile di depan, Inzaghi yakin dengan kapasitas pemain asal Ekuador tersebut. Dia tidak pernah ragu untuk menurunkan Caicedo karena akan ada Luis Alberto maupun Anderson yang akan membantu striker tersebut.

“Caicedo tidak perlu membuktikan apapun pada saya. Dia selalu berlatih dengan keras dan berkeinginan kuat untuk membantu tim. Dia telah mampu menggantikan peran Immobile jika dibutuhkan selama ini, jadi tidak ada keraguan sedikitpun akan kemampuannya.”

“Felipe berlatih dengan baik. Saya tidak pernah melihat dia sesiap ini semenjak dia sembuh dari cidera dua bulan lalu. Kembali bermain setelah cidera telah membuat dirinya semakin matang. Saya juga memiliki Milinkovic di tengah dan Luis Alberto di posisi gelandang. Namun Caicedo akan bermain dari awal.”

 

Anderson: “Piala Dunia Adalah Target Saya”

Masa-masa kelam telah berlalu, kini Felipe Anderson melaju kencang bagai kilat di lapangan. Permainannya semakin berkelas, jago mencetak gol dan juga memberikan asis kepada rekannya. Sebelum itu semua, Anderson harus melewati masa adaptasi yang tidak sebentar. Berada di lingkungan dan kultur sepak bola yang sama sekali berbeda dari Brazil di usia belia membuat dia bahkan kesulitan mendapatkan tempat utama di Lazio.

Di artikel ini Anderson akan menceritakan pengalamannya bersama Lazio, kesannya kepada suporter, dan targetnya bersama timnas Brazil pada UOL Esporte yg dilansir Lalaziosiamonoi.

“Saya memerlukan waktu penyesuaian diri yang cukup lama di sepakbola Italia. Kedewasaan bermain baru saja saya dapatkan. Tapi saya masih muda, dan saya masih memiliki banyak waktu ke depan. Dalam sepakbola tidak ada yang saya sesali, bahkan pengalaman tidak menyenangkan adalah sarana bagi saya untuk tumbuh berkembang. Masa lalu saya gunakan untuk mengingat bagaiman cara saya bertindak dalam menyelesaikan masalah. Dukungan dari keluarga dan teman-teman di sekeliling saya adalah hal yang sangat penting untuk saya.

“Saya tidak tahu apakah di sini saya sudah menjadi idola. Tapi saya bersyukur karena peran saya telah diakui semenjak saya berada di Lazio. Fans telah membuat saya merasakan rasa cinta mereka. Bagi saya ini merupakan satu lecutan semangat. Saya bahagia dengan apa yang telah saya lakukan, saya bangga akan itu. Saya pikir ini adalah musim terbaik selama saya berada di sini mengingat apa yang telah terjadi sejak Desember. Tahun lalu saya tidak banyak bermain karena cidera. Sekarang saya dalam kondisi 100%. Ini adalah hal yang penting bagi seorang atlet yang bermain pada level tertinggi.”

“Saya berusaha untuk melakukan yang terbaik di Italia agar bisa dipanggil ke tim nasional Brazil. Atas apa yang telah saya lakukan, mungkin seharusnya saya bisa mendapatkan kesempatan, atau paling tidak pertimbangan dari pelatih. Apapun itu, saya akan terus berusaha karena saya masih muda. Jika kali ini tidak dipanggil, saya akan mati-matian untuk bisa berada di Piala Dunia 2022. Ini adalah adalah target dari karir saya.”

Lulic: “Saya Tidak Pernah Melihat Tim Sekompak Ini”

Satu kemenangan yang berhasil diraih berkat kerja sama tim. Itulah perkataan yang diutarakan oleh Senad Lulic setelah Lazio berhasil menundukkan Torino semalam. Kepada Lazio Styke Channel, dia mengungkapkan kemenangan itu didapat dengan tidak mudah karena top skorer mereka cidera di menit-menit awal begitu juga dengan gagalnya hadiah penalti dari Luis Alberto.

“Pertandingan tadi tidak mudah. Torino tim yang kuat. Ada juga beberapa kendala yang terjadi tadi: cideranya Ciro dan penalti yang gagal. Kemudian di ruang ganti kami semua berpikir. Itulah saat-saat yang krusial. Kami kembali ke lapangan dengan keyakinan bisa menang. Sayangnya kami tidak bisa menambah keunggulan, karena bisa saja pertandingan tadi berakhir dengan hasil imbang maupun kekalahan. Namun kami berhasil menjaga agar kami tidak kebobolan. Ini adalah kali kedua secara berturut gawang kami aman. Lini belakang kami bermain sangat bagus,” terang Lulic mengenai kemenangan timnya.

Senad Lulic juga menjawab pertanyaan wartawan mengenai target satu tiket ke liga Champions yang saat ini diperebutkan oleh tiga tim.

“Nasib kami berada di tangan kami sendiri, bahkan sebelum pertandingan tadi berlangsung. Memenangkan semua pertandingan adalah syarat mutlak bagi kami untuk bisa mendapatkan tiket ke Liga Champions. Saya melihat Ciro kesakitan. Akan sangat disayangkan jika kami kehilangan dia. Tapi kami punya Caicedo yang juga bisa banyak membantu. Sekarang kami akan menghadapi lawan tangguh seperti Atalanta. Kita lihat apa yang akan terjadi. Melawan Inter di pertandingan terakhir, kalian bisa mengatakan apapun. Tapi perhitungan matematis kadang bisa meleset. Tapi saya percaya, kami semua percaya bisa meraih target kami.”

“Mengenai tim? Mereka adalah kumpulan pemain yang luar biasa. Bahkan pemain yang jarang dimainkan selalu memberikan 100% ketika berlatih. Sejak pertama kali saya di sini, saya tidak pernah lihat tim sekompak ini. Kami bahagia di dalam maupun di luar lapangan. Untuk selalu menyiapkan tim sehingga bisa kembali bugar sepanjang minggu, tidak mungkin tercapai tanpa kekompakan. Hasilnya kini bisa dilihat, dua pertandingan tanpa kebobolan bermakna penting untuk kami. Namun kami belum mendapat apa-apa. Masih ada tiga pertandingan lagi. Akan memalukan jika kami melewatkan kesempatan ini setelah perjuangan kami sepanjang musim. Kami akan memberikan yang terbaik untuk meraih target kami,” tutup Lulic.