Zarate: Keluarga Saya Mendapat Ancaman Pembunuhan

Masalah kini sedang melanda Mauro Zarate. Mantan pemain Lazio yang sempat beberapa kali berpindah klub tersebut kini menandatangani kesepakatan kontrak bersama klub raksasa Argentina Boca Juniors. Sebelum membela Boca, Maurito dipinjamkan oleh klub Liga Inggris Watford untuk bermain bersama Vélez. Vélez adalah klub masa kecil Zarate dimana itu adalah kali ketiga dia berseragam klub tersebut. Musim lalu dia tergolong sukses di sana. Dia berhasil menyarangkan tujuh gol dari 13 pertandingan.

Zarate diharapkan bisa mempermanenkan statusnya di Vélez di akhir musim ini. Alih-alih menandatangani kontrak bersama klub masa kecilnya itu, dia berubah fikiran dengan bergabung dengan Boca Juniors. Hal ini mengundang banyak reaksi dari semua orang yang mendukung baik Vélez maupun Zarate. Tidak terkecuali saudaranya yang sekarang menjadi agen pemain, Rolando. Dia mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang diambil saudaranya tersebut.

“Mauro menusuk saya dari belakang. Saya sangat hancur. Dia telah mengkhianati keluarga kami dan sejarah 40 tahun kebersamaan kami bersama Vélez. Saya ingin menangis. Kami semua lahir di Vélez dan orang tua kami bekerja di Vélez selama 40 tahun,” ujar Rolando kepada Fox Sport Radio.

Reaksi keras juga datang dari suporter Vélez yang tidak terima dengan keputusan Zarate. Di salah satu akun Twitter suporter klub tersebut jersey Zarate bernomor punggung 9 dibakar.

Kiper legendaris Paraguay yang juga pernah membela Vélez selama 10 tahun, José Luis Chilavert, juga berkomentar dalam akun Twitternya.

Di twitannya dia berujar, “Vélez punya banyak pemain yang lebih hebat dari Mauro. Mauro, kamu belum pernah memenangkan apapun bersama Vélez. Mari kita dukung Heinze dan para pemain yang mencintai Vélez.”

Mauro Zarate sendiri mungkin tidak pernah berpikir kepindahannya akan menjadi serumit ini. Di salah satu wawancara nya bersama TyC Sports yang dirilis Lalaziosiamonoi, dia meminta maaf kepada semua orang yang peduli dengan Vélez.

“Saya menghianati semua orang yang telah memberikan saya cinta selama beberapa tahun ini. Saya meminta maaf kepada mereka. Saya pernah berujar tidak akan pernah membela klub selain Vélez di Argentina. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan sekarang adalah meminta maaf. Saya gelisah selama 25 hari ini, banyak malam saya lalui tanpa cukup tidur. Saya berbicara kepada istri saya, membahas semua kemungkinan. Saya tidak pernah membayangkan situasinya akan menjadi gaduh seperti ini. Khususnya untuk keluarga dan beberapa saudara saya yang berada di Vélez. Keputusan saya adalah murni karena alasan olahraga, bukan karena faktor ekonomi. Jika tidak seperti itu, pastinya saat ini saya sudah di Dubai dan berjemur dengan santai di pantai. Boca menurut saya adalah satu tantangan yang ingin saya lalui. Saya ingin menikmati tahun-tahun terakhir saya sebagai pesepakbola,” ungkap Mauro mengenai alasan kepindahannya ke Boca Juniors.

“Saudara saya tidak ada hubungannya dengan situasi ini. Saya dapat menerima kenyataan kalau dia tidak setuju dengan keputusan saya. Orang-orang dimana saya harus meminta maaf adalah semua suporter Vélez. Namun ini adalah keputusan saya pribadi. Itu kenapa saya lebih memilih untuk tidak memakai perwakilan (agen, Red.) dalam dalam negosiasi.”

“Presiden Vélez pernah berkata kepada saya dia yakin saya bisa menembus tim nasional. Tapi itu tidak benar, saya tidak tahu kenapa dia mengatakan hal seperti itu. Yang saya rasakan adalah saya menghianati rekan-rekan tim yang berada di Vélez. Tidak mudah melihat ekspresi wajah mereka ketika saya menjadi pemain andalan di sana. Tidak benar jika ada yang mengatakan saya menolak dimainkan jika berhadapan dengan Vélez nanti. Saya telah memberikan banyak kepada klub, lebih banyak dari mereka yang mengaku sebagai fans Vélez,” tambahnya.

Satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Mauro Zarate atas keputusannya pindah ke Boca adalah reaksi beberapa kalangan suporter Vélez. Salah satunya adalah beberapa teror yang dia dapatkan pada istri dan anaknya. Dia menuturkan bahwa Natalie Weber, istrinya, beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan dari orang yang tidal dikenal.

“Mereka ingin membunuh kami beserta anak kami. Kami menerima ancaman dari WhatsApp, Instagram dan Twitter. Mereka tidak mengerti bahwa ini hanya sebuah keputusan karir saya.”

Ancaman makin menjadi ketika gedung sekolah dimana anaknya belajar harus dievakuasi ketika ada ancaman bom. Namun setelah diperiksa oleh aparat setempat, di gedung tersebut tidak ditemukan bom.

“Saya tidak pernah menyangka situasinya akan menjadi sebesar ini,” ucap Zarate berlinang air mata pada wawancara tersebut. Semoga situasi yang dihadapi Maurito segera dapat diterima oleh semua kalangan.

Advertisements

Berisha: “Bergabung dengan Lazio Adalah Mimpi Yang Menjadi Kenyataan”

Lazio berhasil mendapatkan satu tambahan amunisi untuk mengarungi musim 2018/2019. Dia adalah Valon Berisha. Pemain yang berhasil merepotkan lini pertahanan Lazio di Liga Eropa musim lalu bersama Salzburg itu direkrut dengan mahar € 7,5 juta dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Kepindahannya ke Italia tidak membuatnya lupa dengan klub yang sebelumnya dia bela. Dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Salzburg yang telah ia bela selama enam tahun.

“Saya memiliki waktu yang luar biasa bersama Red Bull Salzburg. Tidak hanya karena beberapa trofi yang telah kami dapat, tetapi juga karena saya telah bertemu dengan banyak pribadi yang luar biasa. Kenangan terbaik tentunya bisa mencapai semifinal Liga Eropa musim lalu. Sekarang saatnya untuk saya menuju ke babak baru bersama Lazio di salah satu liga terbaik di Eropa. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan membimbing saya selama enam tahun ini. Salzburg akan selalu menjadi bagian penting dalam karir saya,” ungkap pemain yang pernah merasakan trial bersama Chelsea ketika berumur 14 tahun itu.

Layaknya pemain yang akan memulai petualangan baru bersama klub baru musim depan, Valon Berisha juga mengunggah kebahagiaannya di akun Instagram pribadinya. Di sana dia mengungkapkan bergabung dengan Lazio adalah satu impian yang menjadi kenyataan.

“Saya senang dapat mengungumkan bahwa saya telah bergabung dengan Lazio, hari yang luar biasa bagi saya dan keluarga! Siapa yang mengira seorang anak yang tumbuh di kota kecil Norwegia (Egersund) bisa berada di kota besar di Italia (Roma). Ini mimpi yang menjadi kenyataan 🙏, saya tidak sabar untuk segera bertemu dengan rekan-rekan baru saya di Lazio.  Sekarang waktunya kerja keras dimulai 💪 Forza Lazio!💪⚽”

Agen: Belum ada tawaran yang datang kepada Laxalt

Banyak media yang menyebutkan kedekatan antara Diego Laxalt dan Lazio. Bahkan disebutkan diantaranya sudah menyatakan kata sepakat antara pemain dan klub ibukota tersebut. Namun sangkalan kini datang dari pihak pemain tentang berita yang berkembang belakangan ini. Paling tidak itu yang dinyatakan oleh Ariel Krasouski selaku agen Laxalt yang dihubungi langsung oleh Lalaziosiamonoi.

“Tidak ada tawaran dari Lazio yang datang ke meja saya. Mungkin saja mereka akan langsung bernegosiasi dengan Genoa. Yang jelas, tidak ada dari manajemen klub yang berkomunikasi dengan saya mengenai hal ini. Laxalt hanya memikirkan Piala Dunia Rusia saat ini. Tapi kami juga sudah memberi tahu kepada klub bahwa Laxalt ingin pergi musim panas ini. Dia

menargetkan untuk bisa bermain di level yang lebih tinggi baik secara prestasi maupun ekonomi.”

“Yang bisa saya katakan saat ini adalah kami belum menerima informasi apapun dari Genoa. Saya juga tidak tahu mengenai negosiasi dengan Lazio. Yang saya tahu banyak media yang memberitakan tentang ini. Tentu saja jika ada tawaran dari Lazio kami akan menyambutnya dengan baik. Mereka klub yang penting di mana kesempatan Laxalt untuk bermain cukup besar.”

Ballotta: Strakosha? Wajar Jika Kiper Membuat Kesalahan”

Salah satu mantan pemain yang ikut memeriahkan acara tahunan Di padre in Figlio, Marco Ballotta, berkomentar melalui Radiosei mengenai kondisi mantan klub yang pernah dibelanya beberapa tahun yang lalu. Di sana dia juga terlihat senang dan bangga bisa ikut memeriahkan acara yang dihelat Lazio di akhir musim yang mempertemukan para pemain Lazio di berbagai era.

“Acara-acara seperti ini sangat penting. Kami bisa bertemu dengan rekan-rekan lama, berbincang mengenai masa lalu, dan bersama dengan para suporter. Ikatan dengan suporter Lazio sangat kuat, itu tandanya apa yang kami lakukan diterima baik oleh mereka.”

MUSIM 2017/2018 – “Musim ini berakhir dengan sedikit mengecewakan. Lazio seharusnya pantas mendapatkan yang lebih baik. Sepanjang musim Lazio tampil lebih baik dari Inter. Inter banyak mengalami masa-masa suram musim ini.”

MILINKOVIC DAN BURSA TRANSFER – “Uang yang didapat dari penjualan beberapa pemain akan sangat bagus untuk diinvestasikan di beberapa sektor lapangan. Akan menjadi hal yang bagus jika menginvestasikannya pada beberapa pemain muda. Kita juga harus melihat dulu siapa yang akan pergi di bursa transfer ini, sehingga bisa diintegrasikan dengan rencana pembelian pemain.”

STRAKOSHA – Dia masih bisa terus berkembang jika dilihat dari usianya saat ini. Masa depan ada di tangannya sendiri. Beberapa kesalahan bisa terjadi. Dia masih muda, jadi dia harus berkembang lagi. Faktor keberuntungan juga kadang perlu sebagai seorang penjaga gawang.”

ACERBI –Dia memiliki profil yang menarik karena dia pemain yang berpengalaman. Pemain seperti dia akan penting untuk perkembangan pemain muda di tim. Untuk dapat memiliki target maksimal di musim depan, klub juga harus memiliki budget yang mumpuni.”

WAKIL IMMOBILE – Memiliki pelapis Immobile penting untuk memuluskan kinerja Inzaghi. Zaza mungkin cocok karena dia memiliki karakter yang hampir mirip dengan Immobile. Klub membutuhkan striker yang bisa membantu tim menentukan jalannya pertandingan.”

Strakosha: “Saya Menolak Roma Demi Lazio”

Musim lalu mungkin menjadi musim paling sibuk bagi pemain muda ini bersama Lazio. Tercatat dia telah bermain sebanyak 58 pertandingan di semua kompetisi yang dijalani Lazio. Kurang memikatnya penampilan Vargic yang melapis dirinya, membuat Inzaghi berkeputusan untuk terus memainkannya baik di Serie-A, Coppa maupun Liga Eropa. Dia adalah Thomas Strakosha. Pemain kebangsaan Albania tersebut berbicara mengenai petualangannya bersama Lazio, pengaruh Tare pada karirnya, penolakan dirinya pada tawaran Ass Roma, dan beberapa topik lainnya.

“Menggagalkan penalti Dybala ketika di Turin adalah pengalaman yang paling indah musim ini. Hal itu menentukan kemenangan kami setelah 96 menit pertandingan. Saya selalu memberikan penampilan yang terbaik. Meskipun beberapa kali saya membuat kesalahan, tapi saya terus belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik di masa depan.”

“Saya bisa saja bermain untuk Roma, tapi puji Tuhan saya memilih Lazio. Keputusan saya dipengaruhi oleh DS Igli Tare, yang dengan kepribadiannya mampu menyentuh saya sampai ke aspek psikologis. Dia selalu memiliki solusi dari masalah yang saya hadapi. Satu momen yang tidak mudah karena saya harus berkompetisi dengan Marchetti. Namun hal itu juga memberi pengaruh positif bagi perkembangan saya. Ibu saya sangat bangga kepada saya, terlebih ayah saya, begitu juga dengan Tare. Saya menyukai sepakbola Italia karena taktiknya, kecepatannya, dan juga dengan gaya hidupnya. Cuaca di sini sangat bagus, tidak sedingin di Inggris.”

KELUARGA – “Apakah saya menjadi penjaga gawang karena ayah saya? Saya selalu menyukai posisi ini, jadi saya memutuskan untuk menjadi penjaga gawang. Jika bukan karena ayah saya, mungkin saya akan menjadi seorang striker. Tapi apapun posisinya, saya tetap akan bermain bola karena ini adalah hidup saya. Keluarga selalu mendukung saya dan mengajarkan saya untuk terus fokus agar mampu meraih target-target yang saya inginkan. Saya juga membaca komentar-komentar di akun media sosial tentang keputusan saya menjadi kiper hanya karena ayah saya seorang penjaga gawang. Hal-hal tersebut tidak menggangu saya karena saya tahu keputusan yang saya ambil.”

ALBANIA DAN BERISHA – “Yang berbeda dari Berisha dan saya hanya usia. Kami berdua bersahabat dan di timnas kami tidak pernah berpikir siapa yang akan bermain. Kami memiliki beberapa kesempatan bermain di kualifikasi. Yang lebih penting kami saling mengenal dengan baik. Pertemanan kami akan membantu pemain-pemain Albania menyadari kekuatan mereka, karena banyak juga para pemain baru yang baru bergabung. Kami memiliki tim yang kuat. De Biasi telah mengukir sejarah bersama Albania. Bukan kebetulan kami bermain di Euro pertama kami bersama dirinya. Pelatih yakin dengan debut saya bersama tim. Ketika bersama Panucci situasi tidak begitu bagus. Banyak pemain baru yang bergabung dan kami memulai semua dari dasar. Menurut saya Panucci tidak banyak memberikan pengaruh. Tapi bersama dirinya, para pemain banyak belajar untuk disiplin. Kini bersama De Biasi kami merasa lebih mudah untuk berlatih.”

Belleri: “Saya Tidak Terkejut Dengan Pencapaian Inzaghi Saat Ini”

Memulai hidup baru sebagai pelatih yang membimbing bakat-bakat baru di Tokyo Jepang, Manuel Belleri ternyata masih banyak memperhatikan perkembangan Sepakbola Italia. Mantan pemain Lazio medio 2005 sampai 2009 tersebut berbicara kepada sebuah stasiun radio Italia, Incontro Olympia. Dia menyoroti sepak terjang Simone Inzaghi Bersama Lazio musim ini.

Dia memulai sesi di radio tersebut dengan sedikit menceritakan pengalaman barunya di Tokyo untuk melatih anak-anak di sebuah akademi sepakbola.

“Saya sudah berada di Tokyo selama tiga tahun. Kota yang menakjubkan, aman  dan sangat bersih. Ini adalah tempat yang sangat spesial, tingkat kriminal di kota ini sangat rendah dan kualitas hidup di sini juga sangat bagus. Setiap hari saya melatih anak-anak dan para pemain muda. Saya juga seorang direktur teknis. Di sini saya mendapatkan intensif untuk terus melanjutkan hidup saya selepas menjadi pemain sepakbola. Untuk makanan saya selalu mencoba untuk menemukan restoran Italia, meskipun masakan Jepang juga sebenarnya enak. Saya merindukan Italia, tapi saya harus mengambil nilai positif dari pengalaman saya, dan di sini saya baik-baik saja. Untuk Liga Italia? Saya selalu mengikuti apa yang terjadi dan menonton pertandingan, meskipun perbedaan zona waktu yang lumayan banyak.”

Belleri kemudian berkomentar mengenai mantan rekannya dulu yang juga sama-sama pernah bermain untuk Lazio, Simone Inzaghi. Belleri sudah mengira bahwa pria Piacenza tersebut akan menjadi seorang pelatih.

“Saya sudah mengira sejak dulu dia akan menjadi seorang pelatih. Di periode akhirnya sebagai pemain ketika dia banyak mengalami banyak masalah kebugaran, dapat dilihat jelas dia memiliki skill yang mumpuni untuk mengetahui kualitas para pemain dan bagaimana cara untuk menyiapkan para pemain tersebut. Dia nampak lebih menjadi seorang pelatih dari pada seorang pemain waktu itu, jadi saya tidak begitu terkejut dengan apa yang dia lakukan saat ini.”

“Mungkin banyak orang yang tidak tahu bahwa Lazio akan menjalani musim yang bagus musim ini di musim panas lalu. Namun kualitas, semangat dari pelatih, dan rasa keterikatannya dengan warna klub tersebut sangat penting. Para pemain mengikuti dan mengerti apa yang diinginkan Inzaghi. Dia seorang yang sangat mementingkan persiapan dan profesional. Pilihan yang dia ambil juga dihormati oleh tim. Klub mendukung penuh Inzaghi sebagai pelatih. Ada beberapa kekurangan, tapi itu sedikit sekali dan mereka menjalani musim ini dengan sangat bagus.”

Belleri ketika bermain untuk Lazio

“Ada beberapa pemain kuci di Lazio. De Vrij dan Milinkovic-Savic adalah dua pemain yang sangat fundamental bagi Lazio. Meskipun kontrak sang defender tidak akan diperpanjang, tapi dia dikenal sebagai pemimpin di lini belakang. Ketika de Vrij tidak bermain, maka akan timbul masalah. Jika tidak ada Immobile di sana, maka dua nama tadi adalah pemain kunci Lazio saat ini.”

“Untuk pemain yang bisa menggantikan peran De Vrij, saya kira pemain yang berpengalaman akan lebih diperlukan dari pada pemain muda. Saya kira klub akan lebih fokus kepada pemain yang lebih berpengalaman.”

 

Inzaghi: “Caicedo Akan Bermain Dari Awal”

Lazio masih memiliki tiga pertandingan untuk mewujudkan target berada di posisi 3 besar di klasemen akhir. Pekan ini giliran Atalanta yang harus dikalahkan demi menjaga asa target tersebut. Terpaut jarak empat poin dengan Inter tidak boleh membuat pasukan ibu kota lengah.

Lazio bukannya tidak mempunyai masalah. Mereka harus kehilangan beberapa pemain pentingnya. Radu, Parolo dan Immobile terpaksa menepi karena cidera. Posisi Radu masih bisa digantikan oleh Luiz Felipe ataupun Caceres. Sedangkan Murgia sudah mulai bisa menjawab kepercayaan Inzaghi di lini tengah untuk menggantikan Parolo. Kerugian besar harus ditanggung Lazio karena kehilangan Immobile. Sampai saat ini pemain timnas Italia tersebut adalah top skorer baik di tim maupun di Serie-A. Caicedo yang diplot sebagai pelapis Immobile mau tak mau harus membuktikan kapasitasnya pada laga melawan Atalanta nanti.

“Pertandingan melawan Atalanta sangat penting. Kami harus melanjutkan performa bagus kami di laga itu karena lawan kami adalah tim dilatih dengan bagus dan sangat terorganisir,” terang Simone Inzaghi pada jumpa pers.

Di tempat lain pelatih Inter Milan, Luciano Spalleti, sesumbar mereka akan memenangkan tiga pertandingan sisa. Menanggapi hal itu, Inzaghi memandang timnya juga memiliki target yang sama.

“Kami tentu saja juga ingin memenangkan semua pertandingan sisa. Kami yakin itu, oleh karena itu kami tidak mau membuang energi dengan memikirkan hasil pertandingan tim lain. Kami hanya fokus pada tim kami sendiri. Kami harus memiliki semangat dan rasa lapar di semua pertandingan.”

“Kami akan kehilangan Immobile, Parolo, dan Radu. Mereka adalah pemain penting dan telah banyak membantu kami. Tapi kami sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu. Bahkan di sepanjang musim kami beberapa kali kehilangan pemain penting. Grup kami kuat, itulah kekuatan kami. Kami berada di sini setelah melewati berbagai rintangan yang telah kami hadapi.”

Inzaghi juga mengomentari permainan yang ditunjukkan oleh Alessandro Murgia yang menggantikan peran Parolo di tengah. Pemain yang diorbitkan Inzaghi musim lalu dari Primavera tersebut kini memiliki jam terbang lebih banyak musim ini.

“Dia anak yang masih terus berkembang, dia pemain bagus. Jika kita lihat dari menit bermain, musim ini dia memiliki banyak ruang. Kami memiliki pemain hebat seperti Leiva, Parolo dan Milinkovic begitu juga dengan Lulic yang bagus bermain di lini tengah. Saya juga senang dengan keberadaan Alessandro. Di Turin dia bermain baik, bahkan di Eropa dia selalu siap ketika dibutuhkan. Besok dia akan siap bertanding.”

“Jalur ke Liga Champions harus dilalui dengan mengalahkan Atalanta. Kami harus berhati-hati dalam menyerang maupun bertahan. Mereka tim yang sulit dikalahkan dan kami sudah siap.”

“Atalanta memiliki pemain-pemain bagus. Ilicic juga telah kembali bermain. Mereka bisa menarik sedikit Cristante ke tengah. Mereka juga bisa saja memainkan Barrow di depan. Atalanta adalah tim yang mampu merepotkan lawannya. Kami melihatnya seperti itu selama dua tahun ini.”

Mengenai Caicedo yang akan menggantikan Immobile di depan, Inzaghi yakin dengan kapasitas pemain asal Ekuador tersebut. Dia tidak pernah ragu untuk menurunkan Caicedo karena akan ada Luis Alberto maupun Anderson yang akan membantu striker tersebut.

“Caicedo tidak perlu membuktikan apapun pada saya. Dia selalu berlatih dengan keras dan berkeinginan kuat untuk membantu tim. Dia telah mampu menggantikan peran Immobile jika dibutuhkan selama ini, jadi tidak ada keraguan sedikitpun akan kemampuannya.”

“Felipe berlatih dengan baik. Saya tidak pernah melihat dia sesiap ini semenjak dia sembuh dari cidera dua bulan lalu. Kembali bermain setelah cidera telah membuat dirinya semakin matang. Saya juga memiliki Milinkovic di tengah dan Luis Alberto di posisi gelandang. Namun Caicedo akan bermain dari awal.”